(Fhoto Mohamad Torokman/Reuters)
Nabluse Tepi Barat-- Sebelum fajar menyinsing pada hari Selasa, Ahmad ditemukan oleh pasukan Israel, intelijen Shabak dan unit elit, di desa Yamoun, sekitar sembilan kilometer dari kota asalnya di Jenin.
Menurut sumber Israel, pasukan keamanan memerintahkan Ahmad untuk keluar dari sebuah bangunan sekitar pukul 03:00 waktu setempat (01:00 GMT). Dia diduga muncul bersenjata dengan senapan M-16 dan granat tangan, dan langsung dipukul dengan rentetan peluru yang hingga gugur
Kematiannya dikonfirmasi oleh gubernur Jenin pada hari Selasa pagi.
"Kami menerima kabar dari pejabat Palestina yang bekerja di kantor koordinasi keamanan," kata Kamal Abu al-Rob, wakil gubernur Jenin kepada Al Jazeera.
"Sejumlah anggota keluarga pergi ke lokasi kematiannya, dan diizinkan oleh Israel untuk mengumpulkan pakaian berdarah Jarrar dan sebuah Al Quran kecil ditemukan dalam genggamamya" katanya.
Protes terjadi di Yamoun saat ratusan orang Palestina menghadapi pasukan Israel, yang dilaporkan menggunakan amunisi, setidaknya delapan luka, termasuk satu orang demonstran luka dibagian kepala.
Keluarga Jarrar di desa Wadi Burqin, tepat di luar Jenin, mengumumkan kematiannya dan membuka rumah duka.
Jarrar berusia tujuh tahun saat ayahnya, pemimpin Hamas Nasr Jarrar, dibunuh oleh pasukan Israel selama Intifadah kedua pada Agustus 2002.
Ahmad lulus dari Universitas Amerika Jenin, dan menurut Amer, memiliki banyak teman dan sangat dicintai.
"Kami mengetahui kematiannya pagi ini dari media Israel," katanya. "Kami tertegun, tak satu pun dari kami menyangka kepergianya"
Atas kematianya, hari berkabung diumumkan di Jenin, dimana semua sekolah dan toko tutup.
Sumber: aljazeera.com
Nabluse Tepi Barat-- Sebelum fajar menyinsing pada hari Selasa, Ahmad ditemukan oleh pasukan Israel, intelijen Shabak dan unit elit, di desa Yamoun, sekitar sembilan kilometer dari kota asalnya di Jenin.
Menurut sumber Israel, pasukan keamanan memerintahkan Ahmad untuk keluar dari sebuah bangunan sekitar pukul 03:00 waktu setempat (01:00 GMT). Dia diduga muncul bersenjata dengan senapan M-16 dan granat tangan, dan langsung dipukul dengan rentetan peluru yang hingga gugur
Kematiannya dikonfirmasi oleh gubernur Jenin pada hari Selasa pagi.
"Kami menerima kabar dari pejabat Palestina yang bekerja di kantor koordinasi keamanan," kata Kamal Abu al-Rob, wakil gubernur Jenin kepada Al Jazeera.
"Sejumlah anggota keluarga pergi ke lokasi kematiannya, dan diizinkan oleh Israel untuk mengumpulkan pakaian berdarah Jarrar dan sebuah Al Quran kecil ditemukan dalam genggamamya" katanya.
Protes terjadi di Yamoun saat ratusan orang Palestina menghadapi pasukan Israel, yang dilaporkan menggunakan amunisi, setidaknya delapan luka, termasuk satu orang demonstran luka dibagian kepala.
Keluarga Jarrar di desa Wadi Burqin, tepat di luar Jenin, mengumumkan kematiannya dan membuka rumah duka.
Jarrar berusia tujuh tahun saat ayahnya, pemimpin Hamas Nasr Jarrar, dibunuh oleh pasukan Israel selama Intifadah kedua pada Agustus 2002.
Ahmad lulus dari Universitas Amerika Jenin, dan menurut Amer, memiliki banyak teman dan sangat dicintai.
"Kami mengetahui kematiannya pagi ini dari media Israel," katanya. "Kami tertegun, tak satu pun dari kami menyangka kepergianya"
Atas kematianya, hari berkabung diumumkan di Jenin, dimana semua sekolah dan toko tutup.
Sumber: aljazeera.com
