PINRANG,--Sejumlah Tim Pasangan Calon (Paslon) Andi Irwan Hamid (AIH)-Alimin melayangkan surat protes resmi ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Pinrang terkait dugaan ketidaknetralan saat menyelenggarakan Deklarasi Pilkada Damai untuk para paslon.
dari pantauan Tim Pasangan Calon (Paslon) Andi Irwan Hamid (AIH)-Alimin Mendatangi Polres Pinrang dengan Tertib dan aman.
Surat itu diterima langsung Kapolres Pinrang AKBP Adhi Purboyo di Mapolres, Jl Bintang No 3, Kecamatan.Watang Sawitto, Kamis (15/2/2018).
Ketua Tim Pemenangan Iwan-Alimin, Andi Dewiyanti Hamid menegaskan, surat protes itu untuk memberikan warning kepada pihak kepolisian agar tidak mengulangi kejadian tersebut.
Ia juga menuding aparat kepolisian Pinrang cenderung memberikan fasilitas yang lebih kepada salah satu Paslon saat penyelenggarakan Deklarasi Damai.
"Ini tidak benar, seharusnya kepolisian berlaku netral tapi nyatanya peristiwa kemarin itu betul-betul mencederai asas keadilan bagi kami," tegas Dewiyanti.
Ia menyebutkan, beberapa fakta yang mengindikasi adanya keberpihakan dari aparat kepolisian tersebut.
"Di antaranya, ada paslon tertentu yang dibiarkan membawa massa dan menyerobot masuk ke dalam kantor, padahal ada kesepakatan sejak awal terkait larangan untuk itu," jelas Dewiyanti.
Di sisi lain, mobil yang disediakan oleh pihak Polres Pinrang juga menggambarkan adanya indikasi ketidaknetralan.
Hal itu dibuktikan dengan setting yang nampak di lapangan.
"Mobil paslon sebelah tiba-tiba bertuliskan DP 1. Selain itu, mobil yang disediakan untuk kami juga berwarna orange, yang merupakan warna khas salah seorang paslon," ujar Dewiyanti.
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pinrang AKBP Adhi Purboyo telah menerima laporan protes itu. Pihaknya pun berjanji akan segera memproses hal tersebut.
"Kami akan melakukan lidik internal terkait hal ini," pungkasnya.(*)
(Art/Rlis)
