-->


Iklan

newiklan

Wakil Ketua DPR Sebut Peredaran Narkoba Stadium Empat

Rabu, 28 Februari 2018, Februari 28, 2018 Wita Last Updated 2018-02-28T02:18:22Z
tribunnews.com
Tribunnews.com/

Indonesia diserbu berton ton narkoba. Terakhir, aparat penegak hukum berhasil mengungkap penyelundupan narkoba sebanyak 3 ton sabu-sabu di Kepulauan Riau. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengaku geram dengan hal itu.

"Penyelundupan dan peredaran narkoba di indonesia bukan hanya kronis, tapi sudah stadion empat. Beberapa gram obat saja sudah bisa merusak generasi bangsa, apalagi sampai berton-ton. Penyelundupan narkoba harus dilacak, dan diteruskan, "tegas Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Politisi F-PAN itu pun mendorong beberapa pihak terkait, seperti Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI Angkatan Laut, Bea dan Cukai, sampai Polair, untuk semakin mewaspadai berbagai modus penyelundupan narkoba melalui daerah, dan masuk ke wilayah indonesia melalui pelabuhan -pelabuhan 'tikus'.

"Aparat harus mewaspadai pelabuhan-pelabuhan 'di pulau-pulau yang berbatasan dengan negara tetangga. Patroli harus semakin diperketat. Karena wilayah-wilayah itu rawan terhadap penyelundupan narkoba, "tandas Taufik.

Saat diminta pendapat terkait banyak narapidana yang menjadi pengendali narkoba, sudah mendapat vonis pas mati, Taufik diusung Kejaksaan Agung untuk segera melakukan eksekusi mati. Hal ini menjadi ironi, saat Indonesia bertekad melawan narkoba, namun masih ada napi yang mengendalikan peredaran narkoba.

"Kejaksaan Agung tidak kompromi dengan napi yang mengendalikan narkoba. Bahkan, napi narkoba yang sudah divonis mati, harus diprioritaskan untuk segera dieksekusi, "tegas Taufik.

Dalam kesempatan berbeda, Jaksa Agung H.M Prasetyo mengaku akan memprioritaskan mati untuk napi pengendali narkoba. Prasetyo memahami, banyak narapidana yang sudah sudah divonis mati. Tetap terjaga. Ia berkeras eksekusi mati berikutnya akan memprioritaskan para narapidana yang mengendalikan peredaran narkoba

Komentar

Tampilkan