Operaai Tangkap Tangan KPK pada Calan Gubernur Sultra dan anknya, Walikota Kota Kendari Adriatma Dwi Putra. Penangkapan Asrun ibarat jatuh dan tertimpa tangga pula. Ancaman diskualifikasi di Pilgub Sultra menanti akhir Juni mendatang.
Dilansir dari zona Sultra, menerut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tenggara yakin pilgub akan berjalan. Dan OTT itu tidak akan mempengaruhi posisi mantan Walikota Kendari itu.
"Kalau kita lihat di PKPU tentang pencalonan, kalau ada putusan pengadilan, kemungkinan akan ada proses pergantian. Tapi itupun batas 30 hari sebelum pemungutan suara, "kata Hamiruddin Udu.
Selain ADP, KPK juga merekomendasikan Direktur Sarana Bangun Nusantara Hasmun Hamzah, mantan Kepala BPKAD Kota Kedari Fatmawati, dan calon gubernur Sultra Asrun. Saat ini tengah tengah menjalani pemeriksaan di KPK di Polda Sultra
Pengamat politik Universitas Halu Oleo Kendari Eka Suaib menilai kejadian tersebut akan berpengaruh pada elektabilitas pasangan calon nomor urut 2 Asrun-Hugua. Pasalnya, Asrun adalah ujung tombak sekaligus penyokong terkuat dari calon nomor urut dua.
"Dampak itu pasti karena calonnya ditangkap, dan ADP sebagai anak Asrun juga ditangkap. Secara elektoral pasti akan terjadi secara politik, "kata Eka Suaib yang melalui via ponsel Rabu (28/2/2018).
Lanjutnya, dengan kejadian ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan evaluasi terhadap calon pemimpin yang akan dipilih dalam pilgub nanti.
"Secara politik sangat disayangkan, karena Asrun merupakan salah satu kader terbaik Sultra. Tapi kita masih menunggu proses-proses di penegakan hukum, tentunya dengan asas praduga tak bersalah, "terang Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UHO itu.
Di tempat lain, Juru kampanye Asrun-Hugua Umar Bonte yakin pendukung Asrun-Hugua tidak berpengaruh dengan tertangkapnya Asrun. Begitupun dengan koalisi partai pengusung paslon, kata Umar, mereka tetap solid untuk bekerja sama dengan Asrun-Hugua.
