-->


Iklan

newiklan

Peluang Cak imin Cawapres, Antara Jokowi-Prabowo Atau Poros Baru??

Selasa, 06 Maret 2018, Maret 06, 2018 Wita Last Updated 2018-03-06T07:59:22Z
Tribunnews

Oleh Faisal Arraf


Cak imin melewati jenjang karir politik di PKB, hampir semua jabatan strategis telah dilalui baik di partai, DPR RI dan kementerian. Ia mencoba peruntungan baru  sebagai calon Wakil Presiden mendatang

Melihat hasi survei Poltracking Cak Imin menempati urutan keempat setelah AIH, Anis, Gatot dan Ridwan Kamil dengan perolehan 7 persen, kecuali jika Jusuf Kalla tidak maju lagi di pilpres mendatang. Artinya dengan raiahan ini masih terbuka lebar untuk memanaskan mesin politik. Ada tiga skenario bagi politisi santri ini, antar bergabung bersama jokowi, Prabowo atau membangun poros baru diluar dua capres ini

Saat ini hanya ada dua Capres yang mempunyai angka elektabilitas yang tidak terpaut jauh dalam survei median baru baru ini. Diprediksi dua sosok ini yang memiliki peluang besar, pertama Jokowi diusung partai kuat PDIP dan Golkar, sementara Prabowo dengan Gerindra bersama partai menengah PKS-PAN

Jokowi membutuhkan pendamping dari kalangan santri untuk mengimbangi citra abangan, apalagi jokowi mendapatkan tantangan dari kelompok muslim 212 yang tersebar di berbagai kota dan pesantren. Bisa juga Jokowi mengambil dari kalangan mileter untuk mengimbangi isu komunisme dan arus migrasi pekerja dari Cina, maka sosok yang tepat  adalah Gatot Nurmantiyo, selain memiliki latar militer juga memiliki kedekatan dengan ummat

Dikalangan NU, Muhaimin belum selesai dengan perkara masa lalu yang pernah berperkara dengan almarhum Gus Dur yang juga memiliki pendukung yang loyal berhimpun dalam Gusdurian. PR ini harus diselesaikan sebelum politis muda NU itu hendak mendapatkan dukungan bulat dari nahdhiyin. Secera struktural Muhaimin cukup berpengaruh, bisa dilihat begitu banyaknya kader PKB yang duduk di jajaran tanfziyah NU, artinya sisa menggarap jamaah NU.

Meski dalam politik elektoral basis NU tidak solid ke satu pasangan, misalnya Hasyim Muzadi yang berpasangan dengan Megawati kalah oleh SBY-JK dalam Pilpres 2004. Begitupula dukungan ketua PBNU ke Prabowo Pilpres lalu membuktikan cairnya peta electoral warga NU

Disisi lain mantan Menteri Tenaga Kerja ini harus bersaing ketat dengan kompeititor lain yang memiliki elektabilitas yang mumpuni seperti AIH, Gatot, Zulkifli Hasan PAN, TGB Zainul Majdi mantan Gubernur NTB . Keinginan Ketua PKB ini berpaket dengan Jokowi memiliki jalang terjal, mengigat dua partai besar PDIP dan Golkar mengicar posisi yang sama, bisa jadi Golkar mengajukan calon, begitupula PDIP memiliki saham besar pada Jokowi yang disebut sebagai petugas partai. Megawati tentu tidak membuang peluang ini untuk mengangkat pamor partai


Skenario Poros Barus

Berdasarkan Survei bahwa lebih dari 50 persen masyarakat menginkan Capres diluar dua kubu yang selama ini digadan-gadang Jokowi vs Prabowo. Muhaimin bisa menjadi Motor penggerak untuk menjalin komunikasi. Dengan catatan,  mampu meyakinkan mantan karib koalisinya KIB SBY, modal ini menjadi besar apalagi berpaket dengan AiH yang memiliki elektabilitas yang mumpuni.

Peta politik elektoral masih bisa menghadikan kejutan kedepan, apalagi masih tersisa waktu setahun lebih, langkah-langkah politik menentukan di tahun ini. Hampir semua partai mulai melakukan konsilidasi politik menjelang Pemilu, artinya mesin partai politik menjadi ujung tombok para Capres dan Cawapres bagaimana memaksimalkan kinerja partai
Komentar

Tampilkan